Kumaha damang kang? Fifit oge damang kan? Insyaalloh lebaran mulih ka Banjar sareng si kecil Haidar... Salam kasadayan nya... Terutami ka Bapak nu nuju dipaparinan cocobi... Sing tabah wae...
Minder..... ngga pede.... atau apalah sebutannya jika kita kurang keberanian untuk tampil. Perasaan ada aja yang kurang dalam diri kita. Oke guys... minder memang tak kenal jenis kelamin ma' usia. Siapapun bisa ngalaminya. ada 10 sebab yang sering bikin pria minder.
1. Gemuk (Sorry bukan maksud nyindir ) He, ternyata mereka juga minder kalau kegemukan! Tapi konon pria overweight cenderung setia. Riset yang dilakukan di Jerman terhadap 1.000 pria menunjukkan pria overweight kurang suka berselingkuh. Maksudnya "peluang"-nya lebih kecil mungkin? ;-)
2. Small size Meski ungkapan "size doesn't matter" begitu populer, pria tetap berharap memiliki ukuran vital yang besar. That's why Mak Erot laku !!!!!.
3. Kondisi keluarga "Saya tidak pernah mau menceritakan kondisi keluarga. Saya terlahir dalam keluarga berantakan. Ibu Saya menikah lagi dan ayah pergi entah ke mana." Bonzu, 27, lajang, pembuat film dokumenter. Salahsatu ungkapan yang menyatakan bahwa doski ngga pede ma keluarganya sendiri.
4. Perempuan pintar "Saya suka merasa kecil kalau ngobrol dengan perempuan pintar yang cara bicaranya well educated. Biar enggak minder, saya menggiring dia ngobrolin hal-hal yang sangat saya kuasai." Joko, 33, lajang, content developer. So buat cewe jangan suka ngerasa pintar depan cowonya kecuali emang cowonya buaya......!!!
5. Penampilan busuk "Pede saya pasti drop jika datang ke suatu acara dengan penampilan busuk sementara tamu-tamu yang lain berpenampilan necis." Sofyan, 34, menikah, wiraswasta.
6. Pasangan populer "Gimana enggak minder, saya merasa seperti bayang-bayang, antara ada dan tiada." Dimas, 33, menikah, karyawan swasta.
7. Materi kurang "Saya pernah minder ketika dijodohkan dengan seorang perempuan yang mempunyai materi lebih dari saya. Di saat dia sudah membawa mobil sendiri, saya mas naik bus." Choki, 32, lajang, freelancer.
8. Perempuan tinggi "Saya (sampai) melarang dia menggunakan sepatu berhak ketika jalan berdua." Yuldas, 35, lajang, wiraswasta.
9. Pasangan sukses "Saya mendukung kesetaraan gender. Tetapi tetap saja saya enggan mendekati perempuan yang posisinya lebih tinggi, apalagi jika kami sampai satu kantor." Wenning, 24, lajang, marketing.
10. Tidak dibutuhkan "Saya terpaksa berpisah dengan pasangan karena dia sama sekali tidak butuh saya. Dia tidak pernah minta uang, semua kebutuhan dan tanggung jawab bisa diselesaikan tanpa bantuan saya. Lama-lama saya jadi minder karena dia lebih berperan dari saya." Agung, 31, lajang, sales asuransi. (Sumber : Kompas)